Selasa, 25 Maret 2008

Open Source Software

A. Sejarah Open Source Software

Awalnya ketika IBM menjual komputer komersial large scale pertama pada tahun 1960, IBM muncul dengan beberapa software yang free, maksudnya adalah secara bebas ( freely ) dibagikan diantara pengguna, mulai dari source code dan kemudian improvisasi dan modifikasi. Pada akhir tahun 1960 an, situasi mulai berubah setelah IBM Software mulai mempaketkan software dan pada pertengahan tahun 1970 an, software mulai terbiasa dengan non-free software dimana menyebabkan user tidak diijinkan untuk mendistribusikan software, sorce code yang tidak disediakan sehingga user tidak dapat memodifikasi program ( software ).

Pada akhir tahun 1970 an serta awal tahun 1980 an, 2 grup yang berbeda mulai terbentuk dengan berdasarkan Open Source Software yaitu :

a. Pesisir timur US, Richard Stallman, seorang programmer formal MIT AI lab, mengundurkan diri dan meluncurkan GNU Project dan Free Software Foundation. Tujuan pokok dari GNU Project adalah membangun Sistem Operasi yang Free ( gratis ) dan Richard memulainya dengan coding dari beberapa programming tools ( compiler, editor ,dll ). Sebagai tools yang legal, GNU General Public License ( GPL ) didesain bukan hanya untuk menjamin bahwa software yang dihasilkan GNU tetap free, tetapi juga untuk mengembangkan produksi dari free software. Dari segi filosofi, Richard Stallman juga menulis GNU manifesto, mulai dari ketersedianan source code dan kebebasan untuk mendistribusikan serta memodifikasi software adalah azas yang mendasar.

b. Pesisir barat US, Computer Science Research Group ( CSRG ) dari Universitas California di Barkeley tengah mengembangkan system Unix dan membangun sejumlah aplikasi yang kemudian dikenal dengan “ BSD Unix “. Usaha ini didanai penuh oleh DARPA ( secara kontrak ) dan jaringan komunitas hacker Unix diseluruh dunia membantu dalam debugging, maintain serta improvisasi system. Selama beberapa waktu, software tidak didistribusikan diluar komunitas holders dari lisensi AT&T Unix. Tetapi pada akhir tahun 1980 an, software akhirnya didistribusikan dibawah lisensi BSD, satu dari lisensi open source pertama. Sayangnya, setiap kali user dari BSD Unix memerlukan lisensi AT&T Unix, sejak beberapa bagian dari kernel dan sejumlah utility penting, yang diperlukan untuk usable system tetap menjadi non-free software ( rahasia ).

Sepanjang tahun 1980 an sampai awal 1990 an, software open source melanjutkan perkembangannya, dimulai dari beberapa grup yang terisolasi. USENET dan internet membantu dalam upaya pengkoordinasian antar Negara dan membangun komunitas user yang kuat. Seceara perlahan, banyak software yang telah dikembangkan mulai beritegrasi. Hasil dari integrasi itu, lingkungan yang lengkap dapat dibangun pada UNIX sebagai penggunaan software open source. Pada banyak kasus, system administrator mulai mengganti tools standar dengan GNU Program. Pada saat itu, banyak aplikasi yang mulai menjadi yang terbaik (utiliti UNIX, compiler dll ).

Sepanjang tahun 1991-1992, keseluruhan ruang lingkup software open source dan pengembangan software pada umumnya, telah mulai berubah. 2 kejadian menarik yang terjadi walau berbeda komunitas :

  1. Di California, Bill Jolitz mengimplementasikan bagian yang gagal menjadi distribusi Net/2, sampai dengan siap berjalan pada mesin i386. Net/2 adalah hasil upaya CSRG untuk menghalangi ” BSD Unix ” ( free code dari hak cipta AT&T ). Bill menyebut hasil pekerjaannya dengan 386BSD dan secara cepat lebih disukai dibandingkan dengan BSD dan komunitas Unix. 386BSD tidak hanya terdiri dari kernel tetapi juga utilitas lainnya, yang membuat sistem operasi yang lengkap. Pekerjaan ini di dilengkapi dengan lisensi BSD yang mana ikut membuatnya menjadi software ber-flatform gratis. 386BSD juga terdiri dari free software dengan lisensi lainnya ( sebagai contoh GNU Compiler ).
  2. Di Finlandia, Linus Torvalds, pelajar computer science, tidak senang dengan Minix milik Tanenbaum, mengimplementasikan linux kernel versi pertama. Kemudian, banyak orang mulai berkolaborasi untuk membuat kernel ini menjadi lebih berguna dan menambahkan banyak utility untuk melengkapinya menjadi GNU/Linux, sistem operasi real. Kernel linux dan aplikasi GNU yang digunakan dillindungi oleh GPL.

Tahun 1993, GNU/Linux dan 386BSDmenjadi flatform yang stabil. Sejak itu, 386BSD mulai berkembang menjadi keluarga dari sistem operasi berdasarkan BSD ( NetBSD, FreeBSD, OpenBSB ), dimana kernel linux berkembang dan mulai digunakan pada distribusu GNU/Linux ( Slackware, Debian, Red Hat, Suse, Mandrake dan lainnya ). Tahun ini pula munculnya GNOME dan KDE, yang digunakan sebagai projek yang digunakan untuk kualitas yang tinggi.

Akhir tahun 1980 an, adalah tahun yang menyenangkan dimana mulai respek terhadap software open source. System open source berdasarkan GNU/Linux atau BSD mulai mendapat sambutan public dan menjadi alternative riil bagi pemilik system, bersaingan frontal dengan pemimpin pasar saat itu ( seperti Windows NT Server ).

B. Definisi Open Source

Tidak mudah untuk mendefinisikan kata Open Source Software hanya dalam beberapa kata, hal ini dikarenakan banyaknya kategori dan variant yang masih ada. Tetapi hal ini tidak terlalu rumit karena ide dasarnya adalah simple.

2.2.1 Ide Umum Open Source Software

Dalam bahasa inggris, free software memiliki arti yang ambigu,dari kata free itu sendiri yang dapat berarti bebas atau gratis. Oleh sebab itu, kita akan menggunakan konsep Open Source berdasarkan kebebasan user dalam menggunakan, pendistribusian dan lainnya serta software gratis ( tanpa biaya ).

Feature utama dari karakteristik free ( Open Source ) adalah kebebasan dari user untuk :

- menggunakan software sesuai keinginannya, untuk apapun yang mereka inginkan, pada beberapa komputer dalam situasi yang tepat secara teknis.

- Memiliki software yang tersedia sesuai kebutuhan. Tentu saja meliputi improvisasi, perbaikan bugs, memperbesar fungsinya dan dokumentasi pengoperasiannya.

- Mendistribusikan software kepada user lainnya, untuk digunakan berdasarkan kebutuhannya. Pendistribusian bisa saja free, atau dengan biaya .

C. Keuntungan dan kerugian dari Open Source Software

Motivasi dari penggunaan dan pengembangan open source software beraneka ragam, mulai dari filosofi dan alasan etika sampai pada masalah praktis. Biasanya, keuntungan yang dirasa pertama dari model open source adalah fakta bahwa ketersediaan open source diciptakan secara gratis atau dengan biaya yang rendah.

1. Keuntungan Open Source Software

Beberapa karakteristik yang menyebabkan Open Source model mendapatkan keuntungan :

a. Ketersedian source code dan hak untuk memodifikasi

Ini merupakan hal yang penting. Hal ini menyebakan perubahan dan improvisasi pada produk software. Selain itu, hal ini memunculkan kemungkinan untuk meletakan code pada hardware baru, agar dapat diadaptasi pada situasi yang berubah-ubah, dan menjangkau pemahaman bagimana sistem itu bekerja secara detail.

b. Hak untuk mendistribusikan modifikasi dan perbaikan pada code

Hal ini merupakan titik perbedaan Open Source Software dengan Free Software. Pada kenyataannya, hak pendistribusian diakui dan merupakan hal yang umum, ini adalah hal yang berpengaruh bagi sekumpulan developer ( pengembang ) untuk bekerja bersama dalam project Open Source Software.

c. Hak untuk menggunakan software

Ini merupakan kombinasi dari hak pendistribusian, menjamin ( jika software cukup berguna ) beberapa user yang mana membantu dalam menciptakan pasar untuk mendukung dan berlangganan software. Hal ini juga membantu dalam improvisasi kualitas dari produk dan improvisasi secara fungsi. Selain itu akan menyebabkan sejumlah user untuk mencoba produk dan mungkin menggunakannya secara regler.

2. Kerugian Open Source Software

Beberapa karakteristik yang menyebabkan Open Source model mendapatkan keuntungan :

a. Tidak ada garansi dari pengembangan

Biasanya terjadi ketika sebuah project dimulai tanpa dukungan yang kuat dari satu atau beberapa perusahaan, memunculkan celah awal ketika sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.

b. Masalah yang berhubungan dengan intelektual property

Pada saat ini, beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual property.

c. Kesulitan dalam mengetahui status project

Tidak banyak iklan bagi open source software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.

D. Lisensi dari Open Source Software

Beberapa lisensi umum pada open source software yaitu :

a. BSD ( Berkeley Software Distribution )

Secara ringkas, pendistribusian dapat dilakukan sepanjang berhubungan dengan software, meliputi penggunaan propierty produk. Pencipta hanya ingin pekerjaan mereka dikenali dan tanpa memerlukan biaya. Hal ini menjadi penting karena lisensi ini tidak melibatkan beberapa pembatasan dengan menjamin dan berorientasi pada turunan awal open source.

b. GPL ( GNU General Public Licence )

Ini adalah lisensi bagi software yang bernaung dalam distribusi GNU Project. Saat ini masih dapat kita jumpai / menemukan banyak software yang tidak berkaitan dengan GNU Project. GPL secara hati-hati didesain untuk mempromosikan produk dari free software dan karena itu, secara eksplisit melarang beberapa tindakan pada software yang dapat merusak integrasi dari GPL software pada program proprietary ( kepemilkan ). GPL berdasar pada UU Internasional yang menjamin pelaksanaannya. Karakterisitik utama dari GPL meliputi pendistribusian, tapi hanya jika souce code itu tersedia dan juga dijamin; serta mengijinkan pendistribusian source; mengijinkan modifikasi tanpa pembatasan dan integrasi lengkap dengan software lain.

c. MPL ( Mozilla Public Licence )

Ini adalah lisensi yang dibuat oleh Netscape dalam mendistribusi code dari Mozilla, versi baru dari navigator jaringan. Banyak respek yang mirip dengan GPL tetapi lebih berorientasi pada perusahaan level enterprise.

d. Lainya seperti : Qt ( oleh Troll-Tech ), X Consortium dll

E. Intelektual Property dari Open Source Software

Umumnya pada kasus teknologi informasi, isu yang berhubungan dengan hak milik intelektual ( intellectual property ) adalah penting bagi software Open Source. Dari 4 mekanisme UU Internasional yang menyediakan perlindungan, hanya tiga ( hak cipta, hak paten dan merek dagang ) yang dapat digunakan bagi software open source. Yang keempat, rahasia degang ( trade secret ), adalah mekanisme yang tidak cukup memadai bagi Open Source Software, karena mengandung ketidakjelasan bagi software open source atau mengandung pembatasan pada modifikasi atau dalam menjual kembali dan pendistribusian pada project turunan.

1. Open Source dan Copyright Law

Hak cipta menjadi metode umum perlindungan bagi produk software. Sesungguhnya, lisensi Open Source dapat diterapkan, karena mereka menggunakannya, dalam satu atau beberapa bentuk hak cipta hukum. Dasar dari penggunaan ini adalah sederhana:hak cipta hukum, secara default, tidak mengijinkan dalam pendistribusian ( serta penggunaan secara gratis ) dari software itu sendiri.

Satu-satunya cara agar pendistribusian dapat dilakukan adalah dengan mengabulkan ijin khusus dalam lisensi. Dan didalam lisensi itu dapat memaksa distributor untuk memenuhi kondisi-kondisi tertentu. Ini cara bagaimana lisensi open source bekerja. Mereka menggunakan mekanisme ini untuk dapat menyelenggarakan kondisi-kondisi tertentu, berdasar pada penciptanya ( seperti yang dilakukan BSD ), dengan kewajiban dalam pendistribusian beberapa project turunan sama seperti lisensi aslinya (seperti yang dilakukan GPL ).

Kebanyakan, lisensi open source didesain berdasarkan pada hukum Amerika Serikat. Baru-baru ini beberapa riset mengenai penerapannya telah dilakukan dibebrapa negara. Masalah ini penting bagi kemajuan Open Source, karena banyak dari model Open Source tergantung, dalam banyak perbandingan, serta dalam validitas lisensi Open Source.

Ada juga suatu isu menarik dalam hubungan dengan hak cipta dalam interface yang spesifik, yang mempengaruhi operasi dari program open source dengan masalah kepemilikan. Dalam beberapa kasus, beberapa perusahaan yang telah dipaksa untuk memberikan akses bagi masuknya informasi untuk program yang berjalan atau sistem operasi, dengan mengijinkan developer untuk memperluas dan mengintegrasikan komponen software didalam sistem ataupun program mereka. Informasi ini biasanya dilindungi dan yang dijual hanya pada developer yang ter-registrasi, memelihara kendali bagi siapa dan kemana informasi akan bocor keluar.

2. Open Source dan Paten Software

Hak Paten Software, biasanya tejadi ketika software tersebut mewarisi algoritma rendah, dapat dengan mudah ditemukan oleh banyak developer, ini menghadirkan ancaman serius bagi individu pengembang open source itu sendiri dan perusahaan kecil, yang tidak mampu berupaya dalam biaya persidangan dalam me-matenkan software. Ironsinya, situasi ini menjadi lebih rumit bagi Open Source Software dibandingkan dengan kepemilikan software kotak hitam, karena codenya itu sendiri dapat diakses oleh pemegang patent itu sendiri.

Pada kebanyakan kasus, perusahaan dan individu berusahaa untuk mendapatkan hak eksklusif berdasarkan pada teknologi tertentu melalui paten, dan baru-baru ini, semakin banyak hak paten pada algoritma yang pokok dan prosedur telah diwariskan, terutama di Amerika Serikat. Kita yakin bahwa ini adalah suatu praktek yang berbahaya, tidak hanya bagi software Open Source pada umumnya, tetapi juga bagi industri software dan praktisi software secara umum.

Open Source Software biasanya akan mudah menjadi serangan dalam hal paten, karena hanya sedikit perusahaan source-based yang mempunyai kemampuan keuangan untuk melindungi diri terhadap serangan hak paten dalam penuntutan perkara. Selain itu juga, jika paten dimunculkan pada teknologi atau teknik yang sangat luas, mungkin saja untuk mengakali patent dan menciptakan suatu alternatif paten yang free.

Selasa, 04 Maret 2008

Teknologi, Musik, Radio, Film, Televisi

Teknologi, Musik, Radio, Film, Televisi
Contributed by Andrew Ariobimo

Teknologi Radio Gelombang radio muncul dan tenggelam dalam pola tertentu sehingga membentuk suatu siklus.
jumlah siklus tersebut disebut dengan frekuensi, dengan satuannya yaitu Hertz. gelombang radio memiliki frekuensi yang
tinggi dan tidak membutuhkan media dalam pentransmisiannya. gelombang radio bergerak dalam jarak jauh karena
energy electromagnet yang digunakan oleh gelombang ini hany dapat terdeteksi dalam suatu jarak tertentu. AM
(amplitude Modulation) berarti bahwa informasi mengenai suara dibawa dalam berbagai amplitudo dan ketinggian yang
beragam. dalam system ini, sinyal elektrik yang datang dari sebuah alat perekam elektronik (mikrofon) dikombinasikan
dengan pembawa sinyal electromagnet berfrekuensi tinggi dan menghubungkannya kepada saluran radio tertentu.
Pada FM (frequency modulation), informasi suara dibawa melalui beberapa frekuensi yang berbeda dari sebuah
gelombang radio menuju ke pusat frekuensi. dibandingkan dengan AM, FM memiliki rentang frekuensi yang lebih besar
dan lebih dinamis. sehingga, Penyiaran stereo diawali oleh FM. Teknologi Film Pada tahun 1988, Edison
mengembangkan suatu alat yang disebut dengan kinetograph, masih berelasi dengan alat yang disebut phonograph.
dalam kinetograf, gambar merekam sebuah susunan kejadian pada suatu waktu dalam sebuah silinder yang
permukaannya sensitive terhadap sinar dan dapat diputar secara manual. Proyektor film pertama kali ditemukan oleh
Lumiere bersaudara pada tahun 1985 dengan menyinari cahaya melalui garis dari transparansi gambar dan
membesarkannya dengan menggunakan lensa optik. Pertumbuhan film terus berkembang, danmerupakan hal yang
penting untuk mengganti proyektor yang digerakan secara manual menjadi proyektor yanhg dapat otomatis bergerak
sendiri. Teknologi Televisi Gambar yang ditampilkan pada layar televisi terjadi akibat cahaya yang bersinar dengan
berbagai warna. cahaya diproduksi oleh muatan elektrik yang ditembakkan melalui penembak electron pada bagian
belakang pembuluh gambar. Ketika electron tersebut menumbuk permukaan dalam dari pembuluh/pipa tersebut, akan
terjadi pelalpisan pada pipa dan menjadikannya bersinar. Semakin banyak electron yang tertumbuk, semakin terang
cahayanya. Dalam teknologi televisi dikenal berbagai istilah : · NTSC (national television system committee)Standar
bagi tampilan televisi yang menyetel rasio dari lebar gambar hingga tinggi gambar tersebut. · LCD (liquid crystal
display)Teknologi tampilan pada layar televisi. layar LCD lebih kecil, dan cahaya yang berbentuk padat membuat
pengaturan pixel warna. LCD dapat digunakan pada televisi layar datar atau sistem belakang proyeksi. Sinyal televisi
disiarkan seperti siaran AM pada radio, kecuali variasi dalam frekuensi yang tinggi. Suara pada televisi disebarkan
melalui bagian dari saluran televisi. Televisi ditransmisikan dalam 2 frekuensi. UHF dan VHF. Setiap salurannya
memerlukan lebarpita sebesar 6 MHz. Perkembangan interaktif dari sebuah Televisi terus dilakukan. namun sampai
saat ini televisi belum mampu menjadi interaktif dalam arti yang sesungguhnya. kegiatan interaktiof hanya mencapai
kegiatan kuis sehingga penyelenggara kuis dapat berinteraksi dengan pemirsanya, walaupun masih emlalui bantuan
telepon. Teknologi Musik Seiring dengan berkembangnya photograph sebagai alat perekam maka pada tahun 1906
alat ini menjadi popuer dengan sebutan Victrola. Alat ini juga dapat digunakan untuk memperkenalkan jenis musik baru
dan membantu meningkatkan keberadaan musik sehingga banyak penulis dan komposer mulai menemukan jenis musik
apa yang diinginkan public diikuti dengan munculnya genre musik seperti jazz dan blues. Dengan ditemukannya radio
maka musik mulai dapat disiarkan dan dinikmati tanpa ada biaya sehingga memberikan pengaruh yang besar terhadap
rekaman musik. Kemudian industri rekaman mulai mempengaruhi radio untuk membuat orang menyadari keberadaan
artis dan penampilannya seperti apa yang mereka dengar. Karena teknologi rekaman yang belum memadai maka musik
banyak ditampilkan secara langsung, untuk itu perlu adanya jaringan untuk mempopulerkan musik tersebut ke seluruh
negara. Di sinilah peran radio digunakan untuk memenuhi permintaan dari keragaman musik genre dari musik classic
menjadi country dan western dan mempopulerkan penyanyi seperti Bing Crosby. Pertama kali rekaman musik
dilakukan dengan menggunakan analog. Kemudian gelombang suara direkam dalam piringan silinder yang berputar
dilapisi foil tipis, yang kemudian digantikan dengan electric microphones. Microphone ini dapat menangkap gelombang
suara tetapi dengan metode yang berbeda untuk mengubah energi mekanik dari gelombang suara menjadi aliran listrik.
Dalam studio rekaman ditemukan mesin pemutar yang digantikan oleh motor listrik, dan kemudian secara elektronik
menghasilkan gerakan dari stylus sehingga membuat arus listrik yang telah dikuatkan terkirim ke alat pengeras suara
dan menghasilkan gelombang suara.
Kemudian muncul magnetic tape dengan rekaman elektromagnetik di mana kekuatan medan magnet bervariasi dengan
intensitas gelombang suara yang mengenai microphone pada waktu tertentu. Tahun 1956 terjadi peningkatan besar
terhadap rekaman stereo pertama di mana musik terdengar seperti dimainkan di depan kita secara langsung
dibandingkan rekaman monaural sebelumnya. Sistem multispeaker modern memperluas ilusi ini dengan menambah
speaker di belakang pendengar untuk memberi sensasi surround sound. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan
media computer yang cukup pesat maka kemudian muncullah CD yang bisa mengubah gelombang suara dalam data
computer dengan pola lights-on dan lights-off meregenerasi data computer dan suara asli. CD yang bisa merekam (CDR
dan CD-RW) dan Disk Video Digital (DVD) dibuat sama dengan alat pemutar CD di komputer personal dengan sistem
stereo konvensional. Pilihan teknologi lain juga ada, seperti personal digital stereo player dengan format musik MP3.
Format ini diputar dengan player alat portable seperti Apple iPod. Sekarang ini juga sudah bisa didengarkan melalui
handphone. Network Wireless berkecepatan tinggi telah banyak digunakan dengan menawarkan kapasitas untuk mendownload
lebih cepat dan didukung dengan besarnya kapasitas handphone sehingga bisa menyimpan musik secara
digital dan suara headphone yang stereo.